Sejumlah pengunjung saat berbelanja di Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta, Kamis (18/4/2024). | Republika/Putra M. Akbar

Ekonomi

Jokowi Yakin Ekonomi Indonesia Terus Tumbuh

Pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung konsumsi serta investasi.

JAKARTA -- Ekonomi Indonesia pada kuartal I 2024 mampu tumbuh 5,11 persen (yoy) di tengah ketidakpastian global. Presiden Joko Widodo mengatakan, angka pertumbuhan ekonomi tersebut meningkatkan optimisme di tengah resesi global yang terjadi saat ini.

"Ya ini menumbuhkan sebuah optimisme, bahwa negara-negara lain, negara-negara besar satu-dua-tiga masuk ke jurang resesi, negara lain juga turun growth-nya, tapi kita mampu terus naik di 5,11 persen," kata Presiden seusai menghadiri peresmian Indonesia Digital Testing House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) Tapos, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024).

Presiden mengatakan, pertumbuhan ekonomi itu patut disyukuri. Menurutnya pertumbuhan itu banyak didukung konsumsi serta investasi yang masuk.

"Itu patut disyukuri karena itu banyak didukung memang oleh konsumsi, tetapi didukung juga yang kedua oleh investasi yang terus masuk ke negara kita," jelasnya.

photo
Laju pertumbuhan ekonomi - (BPS)

Seperti diketahui, sejumlah negara mengalami resesi. Beberapa negara tersebut adalah Inggris, Jepang, dan Finlandia.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan pada kuartal I 2024. Pada periode terebut, besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku tercatat sebesar Rp 5.288,3 triliun, sedangkan PDB Atas Dasar Harga Konstan mencapai Rp 3.112,9 triliun.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,11 persen saat ini menjadi basis yang baik untuk pertumbuhan ekonomi ke depan.

“Pertumbuhan 5,11 persen itu angka yang cukup tinggi ya dan itu menjadi basis baik untuk pertumbuhan Indonesia 2024,” kata Suahasil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2024 yang tercatat 5,11 persen secara tahunan (yoy) merupakan pertumbuhan kuartal I tertinggi sejak tahun 2015.

“Solidnya pertumbuhan ekonomi di triwulan I tersebut juga dikonfirmasi oleh berbagai lembaga rating yang memberikan asesmen positif bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil,” kata Airlangga.

Hal itu Ia sampaikan saat bertemu dengan Wakil Kanselir dan Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Republik Federal Jerman Robert Habeck dalam pertemuan bilateral di Berlin, Jerman, Senin (6/5/2024).

Airlangga menilai, capaian pertumbuhan ekonomi nasional juga semakin berkualitas, tercermin dari data ketenagakerjaan per Februari 2024. Jumlah penduduk yang bekerja bertambah 3,55 juta orang menjadi 142,18 juta orang dibandingkan Februari 2023, sementara jumlah pengangguran berkurang sebesar 0,79 juta orang menjadi 7,2 juta orang dibandingkan Februari 2023.

Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 40,83 persen, lebih tinggi dari Februari 2023 (39,88 persen) yang utamanya didorong oleh meningkatnya pekerja dengan status buruh, karyawan, atau pegawai yang tumbuh sebesar 2,66 persen (yoy).

photo
Tingkat pengangguran terbuka - (BPS)

Dari sisi pengeluaran, tingginya realisasi berbagai belanja Pemerintah terutama untuk belanja Pemilu 2024 telah mendorong Konsumsi Pemerintah tumbuh mencapai 19,9 persen (yoy). Hal tersebut juga tercermin dari Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh melejit hingga 24,29 persen (yoy) yang disebabkan adanya kegiatan pemilu.

Selain itu, lanjut Airlangga, Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, meski di tengah net ekspor yang negatif. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan domestik yang masih kuat dan didukung oleh kebijakan fiskal sebagai shock absorber dalam merespons kondisi ketidakpastian global yang terjadi saat ini.

Dengan berbagai capaian kondisi perekonomian tersebut, Airlangga menilai Indonesia mampu menjadi salah satu negara yang tumbuh kuat dan persisten berada di level yang tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara lain seperti Malaysia (3,9 persen), Korea Selatan (3,4 persen), Singapura (2,7 persen), dan Meksiko (1,6 persen).

Pertumbuhan ekonomi nasional tersebut juga disertai dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali sebesar 3,0 persen atau lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain seperti India (4,9 persen), Brasil (3,9 persen), dan Filipina (3,7 persen).

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa ke depan untuk sisa periode tahun 2024, kondisi perekonomian global diestimasi masih menghadapi ketidakpastian yang dipicu oleh kebijakan suku bunga yang tinggi, peningkatan tensi geopolitik, hingga pelemahan permintaan global.

Kendati demikian,berdasarkan publikasi ​Dana Moneter Internasional (IMF) April 2024, perekonomian nasional tahun 2024 diproyeksikan akan tetap resilien pada kisaran 5 persen dan pada tahun 2025 akan mengalami peningkatan serta melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan rata-rata negara berkembang.

Sebagai upaya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah telah mencanangkan sejumlah strategi mulai dari menjaga daya beli dan stabilitas harga melalui kebijakan bantuan sosial (bansos), insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) Properti, pengendalian inflasi dengan 4K, menjaga ketahanan sektor eksternal melalui optimalisasi penerimaan DHE SDA dan memperkuat implementasi LCT, hingga mengakselerasi kinerja kebijakan sektoral lainnya melalui peningkatan nilai tambah dengan hilirisasi dan percepatan transisi energi dengan kendaraan listrik.

Dalam pertemuan di Berlin tersebut, Airlangga menggarisbawahi pentingnya penyelesaian perundingan IEU-CEPA dalam waktu dekat, dengan memperhatikan asas keadilan dan kemakmuran. Ia juga mengangkat isu terkait kebijakan deforestasi Uni Eropa atau EU Deforestation Regulation (EUDR) yang perlu memperhatikan aspirasi dari negara-negara yang masih memiliki hutan alami, serta pembahasan kerjasama pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia.

Pertemuan antara dua negara ekonomi terbesar di ASEAN dan Eropa itu membahas berbagai kerjasama di bidang industri, perdagangan dan investasi, energi dan pengembangan sumber daya manusia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat